Tugas PJJ B Indo
IMBUHAN (AFIKS)
Bahasa Indonesia Kelas IX
A. Pengertian Imbuhan
Imbuhan atau afiks adalah bentuk bahasa yang ditambahkan pada kata dasar untuk membentuk kata baru atau memberi makna baru. Imbuhan tidak dapat berdiri sendiri dan harus melekat pada kata dasar.
Contoh:
- Kata dasar: ajar
- Kata berimbuhan: mengajar, pelajaran, diajarkan
Dengan adanya imbuhan, sebuah kata dapat mengalami perubahan makna, fungsi, maupun jenis kata.
B. Jenis-Jenis Imbuhan
1. Imbuhan Awalan (Prefiks)
Imbuhan awalan adalah imbuhan yang terletak di awal kata dasar.
Beberapa imbuhan awalan yang sering digunakan antara lain:
- me-: membentuk kata kerja aktif
Contoh: menulis, membaca, memasak - di-: membentuk kata kerja pasif
Contoh: ditulis, dibaca, dimakan - ber-: menyatakan melakukan kegiatan atau memiliki sesuatu
Contoh: bermain, berjalan, bersepatu - ter-: menyatakan keadaan paling, sudah terjadi, atau tidak sengaja
Contoh: terbaik, tertutup, tertidur - ke-: membentuk kata bilangan tingkat
Contoh: kedua, ketiga - se-: menyatakan satu, sama, atau seluruh
Contoh: sebuah, seindah, seharian - pe-: membentuk kata benda pelaku
Contoh: penulis, pembaca
2. Imbuhan Akhiran (Sufiks)
Imbuhan akhiran adalah imbuhan yang terletak di akhir kata dasar.
Beberapa imbuhan akhiran antara lain:
- -kan: menyatakan perintah atau menyebabkan
Contoh: bacakan, sampaikan - -i: menyatakan melakukan sesuatu pada tempat tertentu
Contoh: datangi, penuhi - -an: membentuk kata benda
Contoh: makanan, minuman, tulisan - -nya: menyatakan kepemilikan atau penegasan
Contoh: bukunya, rumahnya - -wan / -wati: menyatakan orang yang memiliki keahlian
Contoh: sastrawan, olahragawati
3. Imbuhan Sisipan (Infiks)
Imbuhan sisipan adalah imbuhan yang disisipkan di tengah kata dasar. Imbuhan ini jarang digunakan dalam bahasa Indonesia modern.
Contoh imbuhan sisipan:
- -el- → telunjuk
- -em- → gemetar
- -er- → gerigi
- -in- → sinambung
4. Imbuhan Gabungan (Konfiks)
Imbuhan gabungan adalah imbuhan yang terdiri atas awalan dan akhiran yang digunakan secara bersamaan.
Contoh imbuhan gabungan:
- ke-…-an: menyatakan keadaan atau sifat
Contoh: kebaikan, kebersihan - per-…-an: menyatakan proses atau tempat
Contoh: perjalanan, pertemuan - pe-…-an: menyatakan hasil atau proses
Contoh: pelajaran, penulisan - ber-…-an: menyatakan kegiatan saling
Contoh: bersalaman, berpelukan
C. Fungsi Imbuhan
Imbuhan memiliki beberapa fungsi, yaitu:
- Membentuk kata baru
- Mengubah jenis kata
- Memperjelas makna kata
- Menyesuaikan penggunaan kata dalam kalimat
D. Contoh Penggunaan Imbuhan dalam Kalimat
- Siswa membaca buku di perpustakaan.
- Buku itu dibaca oleh siswa.
- Guru memberikan pelajaran kepada murid.
- Mereka bersalaman setelah bertemu.
KATA KETERANGAN (ADVERBIA)
A. Pengertian Kata Keterangan
Kata keterangan adalah kata yang berfungsi untuk memberikan keterangan atau penjelasan tambahan pada kata kerja, kata sifat, kata bilangan, atau seluruh kalimat. Kata keterangan menjelaskan bagaimana, kapan, di mana, seberapa sering, seberapa, dan dalam kondisi apa suatu peristiwa terjadi.
Contoh:
- Ani belajar dengan rajin.
- Mereka datang kemarin.
- Ayah bekerja di kantor.
Kata keterangan membuat kalimat menjadi lebih jelas dan lengkap.
B. Ciri-Ciri Kata Keterangan
- Memberikan keterangan tambahan pada kata lain
- Tidak dapat menjadi subjek atau objek
- Letaknya fleksibel (bisa di awal, tengah, atau akhir kalimat)
- Umumnya menjawab pertanyaan: kapan, di mana, bagaimana, mengapa, seberapa, berapa kali
C. Jenis-Jenis Kata Keterangan
1. Kata Keterangan Waktu
Digunakan untuk menunjukkan waktu terjadinya suatu peristiwa.
Contoh:
- sekarang, kemarin, besok, tadi, dulu, nanti, pagi, malam
Contoh kalimat:
- Kami belajar kemarin.
- Dia berangkat pagi hari
2. Kata Keterangan Tempat
Digunakan untuk menunjukkan tempat terjadinya suatu peristiwa.
Contoh:
- di sini, di sana, di rumah, di sekolah, ke pasar
Contoh kalimat:
- Mereka bermain di lapangan.
- Ibu pergi ke pasar.
3. Kata Keterangan Cara
Digunakan untuk menjelaskan bagaimana suatu kegiatan dilakukan.
Contoh:
- dengan cepat, perlahan, diam-diam, hati-hat
Contoh kalimat:
- Dia berbicara dengan sopan.
- Mobil itu berjalan perlahan.
4. Kata Keterangan Frekuensi
Digunakan untuk menunjukkan seberapa sering suatu peristiwa terjadi.
Contoh:
- selalu, sering, kadang-kadang, jarang, pernah, tidak pernah
Contoh kalimat:
- Ia sering membaca buku.
- Kami jarang terlambat.
5. Kata Keterangan Tingkat (Derajat)
Digunakan untuk menunjukkan tingkatan atau kadar suatu keadaan
Contoh:
- sangat, sekali, cukup, agak, terlalu
Contoh kalimat:
- Soal ini sangat sulit.
- Rumah itu besar sekali.
6. Kata Keterangan Sebab
Digunakan untuk menjelaskan alasan terjadinya suatu peristiwa.
Contoh:
- karena hujan, sebab sakit, lantaran macet
Contoh kalimat:
- Sekolah diliburkan karena hujan deras.
7. Kata Keterangan Tujuan
Digunakan untuk menunjukkan tujuan suatu perbuatan.
Contoh:
- agar lulus, supaya berhasil, untuk belajar
Contoh kalimat:
- Ia belajar giat agar berhasil.
8. Kata Keterangan Syarat
Digunakan untuk menyatakan syarat terjadinya suatu peristiwa.
Contoh:
- jika, apabila, asal, kalau
Contoh kalimat:
- Kamu boleh pergi jika sudah selesai belajar.
9. Kata Keterangan Penegasan
Digunakan untuk memberikan penekanan pada suatu pernyataan.
Contoh:
- memang, bahkan, justru, saja, pun
Contoh kalimat:
- Dia memang rajin.
- Anak itu kecil saja sudah pintar.
D. Kata Keterangan dalam Kalimat
Kata keterangan dapat terletak di:
- Awal kalimat → Kemarin, dia tidak masuk sekolah.
- Tengah kalimat → Dia sering belajar malam hari.
- Akhir kalimat → Mereka bertemu di sekolah.
E. Perbedaan Kata Keterangan dan Kata Sifat
- Kata keterangan menerangkan kegiatan atau keadaan
Contoh: berlari cepat - Kata sifat menerangkan benda atau orang
Contoh: anak cepat
Komentar
Posting Komentar